PALANGKA RAYA, - Lensa News - Kamis ( 15/10/2026 ) Pedagang Pasar Tradisional Kota Palangka Raya Omset Turun dan Pembeli berkurang. Kabut asap tebal yang melanda Kota Palangka Raya dan sejumlah wilayah Kalimantan Tengah akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berdampak langsung pada aktivitas perdagangan. Di Pasar Kahayan, salah satu pusat ekonomi rakyat terbesar di kota ini, jumlah pembeli menurun drastis sehingga omset penjualan anjlok lebih dari 60 persen dibandingkan hari biasa.
Terletak di Jalan Tjilik Riwut, Pasar Kahayan yang biasanya ramai sejak pagi hari kini tampak lengang. Warga enggan beraktivitas di luar rumah karena kualitas udara yang berada di kategori tidak sehat hingga berbahaya, sehingga mereka menunda belanja atau hanya membeli kebutuhan seperlunya.
"Dulu sehari bisa jual sampai Rp400–500 ribu, sekarang paling banyak Rp150 ribu. Itu pun kadang tidak habis. Pembeli sedikit, orang takut sakit kalau lama di luar," ujar Siti, pedagang sayur di Pasar Kahayan yang sudah berdagang selama belasan tahun.
I Baca Juga :
Kondisi serupa dirasakan pedagang ikan, buah, dan kebutuhan pokok lainnya. Selain sepi pembeli, pendistribusian bahan pangan dari daerah pemasok juga terganggu karena kabut asap yang menghambat perjalanan, sehingga pasokan menjadi terbatas dan harga beberapa komoditas cenderung naik.
"Pembeli turun sampai separuh lebih. Warga memilih belanja secukupnya saja, tidak stok banyak seperti biasa. Kami berharap asap segera hilang agar kehidupan kembali normal," kata Samsi, pedagang di Pasar Kahayan lainnya.
Kualitas udara di Palangka Raya belakangan ini terus memburuk, dengan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) mencapai angka yang masuk kategori berbahaya. BPBD Kalimantan Tengah menyebutkan upaya pemadaman terus dilakukan, namun kondisi angin yang tidak menunda memperlambat penurunan kabut asap.
Para pedagang memohon kepada pemerintah mempercepat penanganan kebakaran hutan serta memberikan keringanan biaya sewa lapak atau bantuan agar mereka tetap mampu bertahan di tengah penurunan pendapatan yang tajam. Hingga kini, kabut asap masih menyelimuti kawasan Pasar Kahayan dan sekitarnya, dan diperkirakan belum akan hilang tanpa turun hujan lebat.( Redaksi )
